Jam dua pagi, bayi terbangun dan menangis keras. Perutnya terasa lebih keras dari biasanya, kakinya sering ditarik ke arah perut, dan ia sulit sekali ditenangkan. Kalau Anda pernah mengalami malam seperti ini, kemungkinan besar yang sedang dihadapi adalah kembung atau kolik — dua hal yang sangat umum pada bayi usia 0–4 bulan.
Kabar baiknya, tidak semua kondisi rewel perlu langsung ditangani dengan obat. Salah satu cara paling sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah adalah memijat bayi. Sayangnya, banyak yang ragu melakukannya karena takut salah teknik. Panduan berikut menjelaskan kapan waktu yang tepat, bagaimana langkahnya, dan apa saja yang sebaiknya dihindari.
Kenapa Perut Bayi Mudah Kembung?
Pada bulan-bulan pertama, saluran cerna bayi masih belajar bekerja. Ada beberapa hal yang membuat gas lebih mudah menumpuk:
- Menelan udara saat menyusu. Terutama kalau pelekatan mulut ke puting kurang rapat, atau posisi menyusu terlalu mendatar.
- Botol dan dot yang tidak sesuai. Lubang dot terlalu besar membuat bayi menelan udara lebih banyak.
- Belum terbiasanya usus mengolah makanan. Pergerakan usus bayi masih tidak beraturan, sehingga gas lebih lama keluar.
- Bayi menangis lama. Menangis panjang justru membuat udara makin banyak tertelan, sehingga kembung terasa makin tidak nyaman.
Kalau bayi menangis lebih dari tiga jam sehari, lebih dari tiga hari dalam seminggu, dan sulit ditenangkan meski sudah disusui, kondisi ini sering disebut kolik. Pijat bukan obat, tetapi gerakan lembut pada perut dan kaki bisa membantu gas lebih mudah lewat sekaligus membuat bayi lebih rileks.
Kapan Waktu Terbaik Memijat Bayi?
Waktu memijat menentukan hasilnya. Bayi yang tenang akan jauh lebih mudah dipijat dibandingkan bayi yang sudah kelelahan dan menangis.
- Setelah mandi — pagi atau sore — saat tubuh bayi sudah hangat dan rileks.
- Minimal 30–60 menit setelah menyusu. Memijat perut saat perut baru penuh justru bisa membuat bayi muntah dan makin tidak nyaman.
- Saat bayi sadar dan tenang, bukan ketika sedang mengantuk berat atau menangis kencang.
- Boleh sejak bayi baru lahir selama kondisinya sehat dan tali pusat sudah lepas. Untuk bayi prematur atau yang sedang dirawat karena kondisi tertentu, tanyakan dulu ke dokter atau bidan.
Hindari memijat saat bayi demam, baru selesai imunisasi dan sedang tidak nyaman, atau ketika kulit di area yang dipijat sedang terluka, ruam, atau iritasi.
Langkah Memijat Bayi untuk Kembung (Teknik I Love You)
Teknik paling dikenal untuk membantu mengeluarkan gas adalah I Love You, yaitu urutan yang mengikuti arah alami usus besar. Siapkan ruangan hangat, alas bersih yang lembut, dan minyak bayi secukupnya.
- 1. Hangatkan tangan. Gosok kedua telapak tangan sampai terasa hangat, lalu beri sedikit minyak bayi pada tangan — bukan dituang langsung ke tubuh bayi.
- 2. Posisikan bayi telentang. Letakkan di alas lembut, pastikan bayi nyaman dan tidak langsung menangis.
- 3. Pijat perut searah jarum jam. Mulai dengan usapan lembut mengitari perut menggunakan seluruh telapak tangan, sekitar 5–6 kali. Arah searah jarum jam mengikuti jalur usus besar.
- 4. Bentuk huruf “I”. Usap dari sisi kiri perut bayi (dari arah atas ke bawah) dengan sisi telapak tangan.
- 5. Bentuk huruf “L”. Dari perut kanan atas, usap melintang ke kiri, lalu turun ke bawah membentuk huruf L terbalik.
- 6. Bentuk huruf “U”. Dari perut kanan bawah, usap naik ke kanan atas, melintang ke kiri, lalu turun ke kiri bawah membentuk huruf U terbalik.
- 7. Gerakan kaki sepeda. Tekuk dan putar kedua kaki bayi bergantian seperti mengayuh sepeda, 6–8 kali. Gerakan ini sering membantu gas turun ke saluran pembuangan.
- 8. Tengkurapkan sebentar (dengan pengawasan). Bila tali pusat sudah lepas, biarkan bayi tengkurap di dada atau pangkuan Anda selama 1–2 menit. Tekanan lembut pada perut membantu gas keluar.
- 9. Tutup dengan usapan punggung. Usap punggung dari atas ke bawah dengan lembut, lalu peluk bayi sebentar agar ia kembali tenang.
Durasi: cukup 5–10 menit. Saat bayi sedang kembung, bisa dilakukan 2–3 kali sehari. Kalau bayi mulai gelisah, hentikan dan lanjutkan lain waktu — pijat tidak perlu dipaksakan sampai selesai.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memijat Bayi
- Menekan terlalu kuat. Gunakan tekanan paling ringan. Perut bayi jauh lebih sensitif daripada perut orang dewasa.
- Memijat area pusar yang belum lepas atau kulit yang sedang iritasi.
- Memijat tepat setelah menyusu. Beri jeda minimal 30 menit agar bayi tidak muntah.
- Memijat saat bayi menangis kencang. Tubuh yang tegang membuat manfaat relaksasinya hilang dan bayi makin rewel.
- Menggunakan minyak terlalu banyak hingga tubuh bayi licin dan sulit dipegang, atau memberi minyak di area wajah.
- Memijat saat bayi demam atau sakit. Saat kondisi tidak fit, istirahat lebih penting daripada pijat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Kembung umumnya bisa membaik dengan sendirinya. Namun segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda berikut:
- Demam, terutama pada bayi di bawah 3 bulan
- Muntah menyembur atau muntah berwarna hijau
- BAB berdarah atau lendir berlebih
- Perut keras, membengkak, dan tampak mengkilap
- Bayi menangis lebih dari dua jam tanpa henti dan tidak bisa ditenangkan
- Tidak mau menyusu, lemas, atau berat badan tidak naik
Tanda-tanda tersebut bukan sesuatu yang bisa ditangani dengan pijat di rumah. Pijat hanya membantu membuat bayi lebih nyaman, bukan mendiagnosis atau mengobati penyakit.
Minyak yang Cocok untuk Memijat Bayi
Minyak berfungsi mengurangi gesekan saat memijat, bukan sebagai pengobatan. Pilih minyak yang sederhana dan lembut untuk kulit bayi, misalnya:
- Berbahan dasar ringan dan mudah menyerap, sehingga tidak lengket berlama-lama
- Bebas alkohol dan pewangi menyengat
- Cukup 2–3 tetes di telapak tangan, tidak perlu berlebihan
- Selalu tes dulu di area kecil kulit bayi, misalnya belakang telinga atau lipatan siku, lalu tunggu 24 jam untuk melihat reaksi
Kalau Anda mencari minyak perawatan bayi yang teksturnya ringan dan aman untuk kulit sensitif, Arfa Baby Oil bisa jadi pilihan praktis untuk menemani rutinitas pijat di rumah. Padukan dengan waktu memijat yang tepat dan suasana yang tenang, lalu lihat bagaimana bayi Anda jadi lebih mudah rileks — termasuk saat malam hari.
Untuk melengkapi rangkaian perawatan harian, Anda juga bisa membaca panduan cara memandikan bayi baru lahir yang aman dan kegunaan baby oil untuk kulit bayi.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti nasihat dokter, bidan, atau tenaga kesehatan profesional. Produk yang disebutkan merupakan produk perawatan kulit (kosmetik), bukan obat. Hentikan pemakaian atau segera konsultasikan ke tenaga kesehatan bila bayi menunjukkan reaksi atau tanda bahaya.